Pasangan mata uang EUR/USD bergerak dengan cara yang sama pada hari Rabu seperti halnya pada hari Senin dan Selasa. Perlu kami jelaskan bahwa artikel ini tidak akan membahas hasil pertemuan FOMC. Kami masih berpendapat bahwa pengumuman hasil dan pidato Jerome Powell harus berlalu setidaknya 12 jam untuk dapat mengevaluasi dengan benar baik keputusan maupun reaksi pasar terhadapnya. Idealnya, rentangnya sekitar 16–18 jam. Perlu diingat bahwa sering kali tepat setelah pertemuan, harga bergerak ke satu arah, tetapi kemudian kembali ke posisi asalnya pada sesi Eropa atau Amerika berikutnya. Karena itu, untuk sementara kami tidak akan mengomentari Federal Reserve.
Hampir tidak ada peristiwa penting lainnya pada hari Rabu. Memang, sepanjang hari ada beberapa rilis laporan yang bisa dibilang cukup signifikan, tetapi perlu diingat bahwa dalam dua bulan terakhir pasar hampir tidak memberikan perhatian pada data makroekonomi. Volatilitas juga terus menurun secara aktif dalam beberapa pekan terakhir, dan hingga Selasa pagi hanya berada di kisaran 54 pip per hari. Jadi, seberapa besar pergerakan yang mungkin dipicu oleh laporan-laporan penting seperti inflasi di Jerman atau pesanan barang tahan lama di AS?
Inflasi di Jerman meningkat, yang menunjukkan bahwa krisis energi yang dipicu oleh perkembangan situasi di Timur Tengah baru saja dimulai. Selat Hormuz masih ditutup, dan defisit minyak global tetap berlanjut dan bahkan berpotensi membesar seiring waktu, karena banyak negara saat ini menggunakan cadangan strategis minyak dan gas, yang tentu tidak tak terbatas. Cepat atau lambat, cadangan ini akan habis, dan minyak yang mudah diakses akan menjadi makin langka. Karena itu, tidak mengherankan bagi kami ketika harga minyak mentah Brent melonjak ke level $118–119 per barel pada hari Rabu jika mengacu pada harga spot. Semakin tinggi harga minyak, semakin mahal pula seluruh barang dan jasa, karena minyak, gas, dan bahan bakar menjadi komponen biaya hampir semua produk yang dihasilkan di planet ini dengan tujuan menghasilkan laba.
Dengan demikian, meskipun Bank Sentral Eropa mungkin belum sepenuhnya siap untuk memperketat kebijakan moneter, bank tersebut dapat menaikkan suku bunga pada pertemuan berikutnya. ECB praktis tidak akan punya pilihan selain menaikkan suku bunga; jika tidak, inflasi tidak akan dapat dikendalikan. Apakah ini akan berdampak positif bagi euro? Menurut pandangan kami, ya. Euro masih berada dalam tren naik jangka menengah dan jangka panjang (yang jelas terlihat pada timeframe harian dan mingguan). Konsekuensinya, bahkan tanpa memperkecil kesenjangan suku bunga antara ECB dan Fed, euro cenderung menguat. Pada Februari–Maret 2026, dolar AS menguat bukan karena ekonomi Amerika mulai berakselerasi atau pasar tenaga kerja pulih sepenuhnya, melainkan karena konflik geopolitik yang dipicu oleh Trump di Timur Tengah. Kami yakin bahwa euro saat ini akan diperdagangkan di atas level $1,20 jika bukan karena konflik tersebut.

Rata-rata volatilitas pasangan mata uang EUR/USD selama lima hari perdagangan terakhir per 30 April sebesar 58 pip, yang dikategorikan "rata-rata". Pada hari Kamis, kami memperkirakan pasangan ini akan bergerak di kisaran 1,1639 hingga 1,1755. Channel atas regresi linear telah berbalik turun, yang mengindikasikan pergeseran tren menjadi pergerakan turun. Namun, tren naik tahun 2025 memang berpotensi berlanjut. Indikator CCI telah memasuki zona overbought dan membentuk divergensi bearish, yang memberi sinyal adanya pullback ke bawah.
Level support terdekat:
S1 – 1,1658
S2 – 1,1597
S3 – 1,1536
Level resistance terdekat:
R1 – 1,1719
R2 – 1,1780
R3 – 1,1841
Rekomendasi Trading:
Pasangan EUR/USD mempertahankan tren naik di tengah melemahnya pengaruh faktor geopolitik terhadap sentimen pasar dan meredanya ketegangan geopolitik. Latar belakang fundamental global untuk dolar tetap sangat negatif, sehingga kami masih memperkirakan pasangan ini akan menguat dalam jangka panjang. Ketika harga berada di bawah moving average, posisi jual dapat dipertimbangkan dengan target 1,1658 dan 1,1639 berdasarkan pertimbangan teknikal. Posisi beli tetap relevan selama harga berada di atas garis moving average dengan target 1,1780 dan 1,1841. Pasar mulai menjauh dari faktor geopolitik, dan dolar kehilangan satu-satunya pendorong pertumbuhannya.
Penjelasan Ilustrasi:
Channel regresi linear membantu menentukan tren saat ini. Jika keduanya mengarah ke sisi yang sama, berarti tren saat ini cukup kuat;
Garis moving average (pengaturan 20,0, diperhalus) menentukan tren jangka pendek dan arah yang sebaiknya diikuti dalam aktivitas trading saat ini;
Level Murray adalah level target untuk pergerakan dan koreksi;
Level volatilitas (garis merah) menunjukkan kisaran harga yang mungkin menjadi channel pergerakan pasangan ini pada hari berikutnya, berdasarkan volatilitas saat ini;
Indikator CCI – harga yang memasuki area oversold (di bawah -250) atau area overbought (di atas +250) mengindikasikan bahwa tren akan segera berbalik ke arah yang berlawanan.